Inilah Aturan Dalam Penggunaan Pengeras Suara Saat Adzan

1 844

Akhir-akhir ini banyak sekali perdebatan mengenai penggunaan pengeras suara saat adzan ataupun sebelum adzan. Sebut saja pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal pembatasan pengajian melalui kaset sebelum adzan. Bagi sebagian orang, pernyataan pak JK tentu dianggap sebagai larangan. Padahal bukan begitu maksudnya.

Aturan penggunaan toa masjidAturan penggunaan pengeras suara atau Toa (Speaker) Mesjid sudah dari dahulu diatur. Aturan ini ada sejak tahun 1978 berdasarkan Instruksi Dirjen Bimas yang bernomor Kep/D/101/1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara Di Mesjid, Langgar dan mushalla.

Substansi dari pengaturan ini adalah tidak boleh terlalu meninggikan suara doa, dzikir, dan sholat. Berikut aturan-aturan yang ada dalam penggunaan pengeras suara saat menandakan waktu sholat telah tiba.

1. Sholat Shubuh

  • Penggunaan pengeras suara dibatasi 15 menit sampai waktu sholat tiba
  • Penggunaan hanya untuk pembacaan Alquran dan Adzan Shubuh menggunakan pengeras suara keluar mesjid
  • Penggunaan pengeras suara saat sholat, kuliah shubuh dan lainnya, menggunakan pengeras suara kedalam

2. Sholat Zhuhur dan Sholat Jumat

  • Penggunaan pengeras suara dibolehkan 5 menit menjelang sholat Zhuhur dan 15 Menit Jelang sholat Jumat
  • Penggunaan pengeras suara keluar hanya untuk bacaan Alquran dan Adzan
  • Penggunaan pengeras suara kedalam untuk Sholat, khutbah dan lainnya

3. Sholat Ashar, Maghrib, dan Isya

  • Dibatasi 5 menit sebelum waktu sholat masuk
  • Pengeras suara keluar untuk bacaan Al Quran dan Adzan
  • Pengeras suara kedalam untuk sholat dan lainnya

4. Penggunaan Pengeras Suara untuk Takbiran, Tarkhim, serta ramadhan

  • Takbir bisa menggunakan pengeras suara ke luar
  • Tarkhim Doa menggunakan pengeras suara ke dalam
  • Tarkhim dzikir tidak menggunakan pengeras suara

5. Pembacaan tadarus

  • Tadarus tetap menggunakan pengeras suara ke dalam mesjid

6. Pengajian Hari Besar Islam

  • Tetap menggunakan pengeras suara ke dalam, kecuali pengunjung meluber keluar.

Semoga dengan adanya dan mengetahui aturan ini, kita semua kembali tahu aturan dan memahai makna dari tenggang rasa antar umat beragama.

1 Comment
  1. Rakhmat says

    Ternyata sudah ada aturan. Harus saling tenggang rasa

Leave A Reply

Your email address will not be published.